Pengertian, Gejala, dan Penyebab Milia yang Umum Terjadi

Pengertian

Milia adalah penyakit kulit yang umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir. Penyakit ini umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan khusus sebab dapat hilang dengan sendirinya.

Definisi lain tentang milia adalah benjolan kecil umumnya berwarna putih dan mengelompok pada area kulit wajah. Penyakit ini juga disebut sebagai kista kecil atau kista milium. Namun demikian, milia juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Jika anda atau anggota keluarga yang mengerti tentang milia dan mengalami hal ini, anda tak perlu khawatir, sebab milia dapat hilang dengan sendirinya. Namun jika milia yang diderita sangat mengganggu, maka dianjurkan untuk segera ke dokter dan menjalani perawatan dan pengobatan.

Sumber: hellosehat.com

Gejala Milia

Milia seringkali tidak menimbulkan gejala. Bentuk miliki seperti benjolan kecil dan bergerombol, biasanya berwarna putih. Benjolan kecil ini biasanya tumbuh di area mata, dahi, hidung, kelopak mata, dan dada. Istilah yang digunakan jika hanya terdapat satu benjolan milia biasanya disebut dengan milium.

Jenis Milia

  • Primer

Milia jenis ini umumnya muncul pada anak-anak maupun orang dewasa. Milia jenis ini sering muncul pada area dahi, pipi, kelopak mata, atau alat kelamin. Kondisi ini sebenarnya tidak disebabkan oleh keruasakan kulit.

  • Sekunder

Milia jenis ini bisa muncul karena terpapar sinar matahari secara berlebihan. Selain itu milia sekunder ini juga sering muncul di area bekas luka, seperti luka bakar, dan ruam.

  • Neonatal

Milia neonatal terjadi pada bayi setelah lahir. Kelenjar keringat yang belum berkembang dengan sempurna menyebabkan munculnya milia pada bayi. Namun hal ini diangap wajar sebab milia jenis ini akan hilang dengan sendirinya.

Penyebab

Milia yang sering terjadi pada bayi disebabkan oleh kelenjar keringat yang belum berkembang secara sempurna. Milia tidak menyebabkan peradangan atau pembengkakan pada bayi. Sementara itu, milia pada orang dewasa sering diakibatkan oleh sel kulit mati yang terjebak di bawah kulit. Protein bernama keratin yang terperangkap pada kelenjar pilosebasea pada kuit juga sebagai penyebab munculnya milia. Hal ini juga bisa terjadi apabila kemampuan kulit untuk mengelupas telah hilang seiring berjalannya waktu. Hal ini bisa disebabkan oleh penuaan.

Penyebab lain dari munculnya milia adalah sebagai berikut.

  • Kerusakan kulit akibat terpapar sinar matahari
  • Bekas luka bakar
  • Penggunaan krim steroid dalam jangka panjang
  • Kulit yang mengalami luka lecet
  • Dalam perawaran kulit seperti perawatan laser

Penggunaan krim steroid yang menyebabkan milia muncul pada kulit, namun hal ini jarang terjadi. Beberapa bahan dalam kosmetik dapat menjadi penyebab munculnya milia. Sebaiknya hindari pemakaian bahan-bahan berikut jika anda sering mengalami milia atau kista kecil ini.

  • Minyak bumi cair
  • Minyak bumi
  • Cairan petrolatum
  • Lanolin
  • Minyak paraffin
  • Paraffinum liquidum

Pengobatan

Pengobatan milia yang terjadi pada anak jarang diperlukan, sebab akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Begitupula pada orang dewasa, umumnya kondisi ini tidak mengakibatkan kefatalan.

Jika milia yang terjadi adalah pada kasuk milia langka maka akan perlu perawatan dan pengobatan oleh dokter. Jangan lakukan pengobatan sendiri sebab perawatan milia langka memerlukan penanganan dari ahlinya.

Pencegahan

Meskipun milia tidak membahayakan kesehatan anda, namun ada baiknya untuk melakukan pencegahan agar anda tidak terkena milia. Berikut beberapa langkah untuk pencegahan.

  • Gunakan tabir surya 10 menit sebelum keluar rumah.
  • Steam wajah dengan cara hadapkan wajah anda ke dalam wadah berisi air hangat. Hal ini dilakukan untuk membuka pori-pori sehingga minyak dapat keluar secara alami.
  • Selalu mencuci muka secara rutin untuk membersihkan area yang terkena kotoran atau debu.
  • Menggunakan sabun dengan bahan yang aman dan tidak keras untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit.
  • Jangan menusuk atau memencet bejolan putih atau milia. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi.

Selalu konsultasikan kepada dokter anda jika milia yang muncul sangat mengganggu.

Referensi:

Hellosehat.com

Alodokter.com

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*